Dalam
Strategic Management in Action (Husein, Umar.2001:331) Manajemen Sumber Daya
Manusia didefinisikan sebagai perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan atas pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian,
pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan maksut mencapai tujuan
organisasi perusahaan secara terpadu. Atas definisi diatas tugas MSDM terdiri
atas tiga fungsi:
a. Fungsi
manajerial, yakni perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian
b. Fungsi
oprasional yakni pengadaan, pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan
dan pemutusan hubungan kerja.
c. Fungsi
ketiga adalah kedudukan MSDM dalam pencapaian tujuan organisasi perusahaan
secara terpadu.
Dari
ketiga fungsi MSDM tersebut kegiatan MSDM terbagi atas tiga kelompok besar,
yaitu proses karyawan masuk ke dalam organisasi, proses karyawan di dalam
organisasi dan proses karyawan mengundurkan diri dari organisasi. Dalam bahasan
pada topik ini akan membahas tentang proses karyawan masuk ke dalam organisasi
dan diawali dengan pembahasan perencanaan SDM.
Perencanaan
Sumber Daya Manusia
Proses
Penarikan sumber daya manusia berawal dari perencanaan sumber daya manusia
dimana PSDM (perencanaan sumber daya manusia) diproses oleh perencana (planner) dan hasilnya menjadi rencana (plan).
Yang mana organisasi menganilisis seberapa perlukah pengadaan SDM
bermanfaat bagi organisasi/perusahaan. Menurut (Malayu Sp. Hasibuan, 1990) dalam
manajemen sumber daya manusia, PSDM adalah merencanakan tenaga kerja agar atau
sesuai dengan kebutuhan perusahaan serta efektif dan efisien dalam membantu
terwujudnya tujuan. PSDM untuk
menetapkan program pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, pengadaan,
pengembangan, kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan
pemberhentian karyawan. Jadi dalam perencanaan SDM harus ditetapkan dengan baik
dan benar.
Perencanaan
kepegawaian (employment planning)
merupakan bagian dari rencana sumber daya manusia keseluruhan, dimana
perencanaan kepegawaian mengestimasi permintaan terhadap pegawai dimasa
mendatang, baik dalam kualitas maupun kuantitasnyya serta membandingkan antara
permintaan yang diharapkan dengan tenaga kerja yang tersedia saat ini.
Perencanaan kepegawaian mencakup peramalan kebutuhan pegawai di masa mendatang
dari berbagai kategori pekerjaan. Meramalkan permintaan pegawai berarti
menentukan jumlah pegawai pada setiap ketegori pekerjaan yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan organisasi. perencanaan sumberdaya manusia mendapatkan tempat
yang strategis dalam mewujudkan exsistensi organisasi.
Metode
Perencanaan Sumber Daya Manusia (PSDM)
a. Metode non ilmiah: perencanaan SDM hanya
didasarkan atas pengalaman, imajinasi, dan perkiraan-perkiraan dari perencanaan
saja. Rencana SDM ini mempunyai resiko
yang besar, sebagai contoh pengadaan kealitas ataupun kuantitas SDM tidak
sesuai dengan kebutuhan perusahaan/organisasi yang mana hanya akan memberikan
pemborosan yang merugikan perusahaan/organisasi.
b.
Metode ilmiah: perencanaan SDM dilakukan
berdasarkan atas hasil analisis dari data, informasi, dan peramalan-peramalan
(forecesting). Resiko yang didapatkan dari perencanaan ini relatif kecil karena
segala sesuatu diperhitungkan terlebih dahulu. Sebagai contoh dalam pengadaan
karyawan harus memperhatikan analisis data dan peramalan karena memang
pengadaan karyawan merupakan maslah yang penting, sulit, kompleks, dan tentunya
membutuhkan anggaran yang tidak sedikit sehingga
Penggunaan
metode ini dapat digunakan dapam perencanaan SDM, pemilihan metode dirasa
penting sebaga dasar pemikiran dalam pengadaan SDM. Untuk mengukur kesuksesan
implementasi perencanaan SDM tergantung pada penetapan perencanaan yang digunakan
dan penggunaan pengelolaan sumber daya manusia yang dibuat.
Penarikan
SDM Sebagai Salah Satu Reputasi Organisasi/Perusahaan
Berkaitan
dengaan reputasi perusahaan ditentukan oleh berbagai faktor mulai dari budaya
organisasi (corporate culture), modal
manusia (human capital), tata kelola
perusahaan yang baik ( good corporate
government) dan tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility). Faktor-faktor diatas yang harus
diperhatikan dan ditindaklanjuti untuk menciptakan organisasi/perusahaan yang
memang memiliki reputasi yang baik dimata masyarakat.
Untuk
itu sejauhmana stakeholder mempunyai kesan positif terhadap budaya organisasi
akan tata kelola perusahaan/organisasi yang baik akan menentukan apakah
reputasi perusahaan itu baik atau buruk di mata masyarakat. Sehingga dirasa
perlu untuk memperhatikan kualitas dari para pegawai yang ada didalam
organisasi itu sendiri melalui proses rekruitmen dan seleksi yang ketat dan
selekstif. (Kuncoro, Mudrajad. 2009:220)
Menurut
(Sinurat,Sahala,2008:2) langkah manajemen yang penting adalah memastikan orang
yang masuk ke perusahaan adalah orang yang tepat, yang sesuai dengan posisi
yang dibutuhkan oleh organisasi/perusahaan, mengapa demikian alasannya ialah:
a. Sumber daya manusia
adalah satu-satunya sumberdaya perusahaan yang memiliki kuasa untuk merncanakan
dan mengendalikan sumberdaya yang lain dalam organisasi. Sumber daya manusia
merupakan subyek dalam organisasi dan sumberdaya yang lain seperti dana(uang),
mesin, material, metode, infomasi, dan sumberdaya lainnya hanyalah sebagai
obyek). Sehingga semua sumber daya yang berperan sebagai obyek hanya dapat
dikelola dengan baik oleh sumberdaya manusia yang kompeten.
b. Sumber daya manusia
adalah sumberdaya yang memiliki kekuasaan untuk merncanakan dan mengendalikan
kegiatannya sendiri.
c. Bila perusahaan
mampu melakukan pekerjaan yan baik dalam rekruitmen dan seleksi, maka akan
diperoleh sumberdaya manusia yang berkualitas sehingga sumberdaya yang lain
dalam organisasi bisa dikelola secara efektif dan efisien dan implikasinya
perusahaan akan memperoleh keuntungan oleh karena memiliki SDM yang memang
berkualitas.
Pengertian Rekruitment
Andrew
E. Sikula (1981:183) dalam manajemen sumber daya manusia perusahaan.
mengemukakan bahwa: Recruitment is the
act or process of an organization attemping to obtain additional manpower for
oprational purpose. Recruiting involves acquiring further human resources to
serve as institional input. Penarikan pegawai adalah tindakan atau proses
dari suatu usaha organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai untuk tujuan
oprasional. Penarikan pegawai melibatkan sumber daya manusia yang mampu berfungsi
sebagai input lembaga.
Rekrutmen
menurut Mathis dan Jakson (2001) dalam Bisnis & Birokrasi, Jurnal Ilmu
Administrasi dan Organisasi adalah proses yang menghasilkan sejumlah pelamar
yang berkualifikasi untuk pekerjaan di suatu perusahaan atau organisasi.
Sedangkan menurut ahli lain menyebutkan bahwa rekrutmen adalah proses mencari,
menemukan, mengajak, dan menetapkan sejumlah orang, baik dari dalam maupun dari
luar perusahaan sebagai calon tenaga kerja dengan karakteristik tertentu
seperti yang telah ditetapkan dalam perencanaan SDM (Samsudin, 2006).
Ivancevich (2001) menambahkan bahwa rekrutmen berkaitan dengan aktivitas yang
mempengaruhi jumlah dan jenis pelamar, apakah pelamar tersebut kemudian
menerima pekerjaan yang ditawarkan. Proses seleksi merupakan rangkaian tahapan
khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Proses
tersebut dimulai ketika pelamar melamar kerja dan diakhiri dengan keputusan
penerimaan.
Penarikan
(rekruitment) adalah proses pencarian dan penarikan para calon karyawan
(pelamar) yang mampu untuk melamar sebagai karyawan. Proses ini dimulai ketika
para pelamar dicari dan berakhir bila lamaran-lamaran (aplikasi) nereka
diserahkan. Hasilnya adalah sekumpulan pencari kerja dari mana para karyawan
baru diseleksi. Proses penarikan penting karena kualitas sumberdaya manusia
organisasi tergantung pada kualitas penariknnya atau proses dalam rekruitmen,
seleksi, sampai pada tahap penerimaan. Sehingga dapat memastikan bahwa orang
yang masuk kedalam suatu perusahaan/organsasi adalah orang yang memang
benar-benar dibutuhkan untuk menduduki posisi tertentu, yang bisa saja dapat
dinilai dari skillnya, pengetahuannya, atau perilakunya dan langkah manajemen
ini merupakan langkah manajemen yang penting untuk diperhatikan.
Maksud
dan Tujuan Rekruitmen
Salah
satu isu yang perlu dperhatikan dalam filosofi rekruitmen adalah apakah yang
mempromosikan sebagai besar pegawai dari dalam organisasi ataukah akan
mengangkat dari luar guna mengisi kekosongan pada semua jenjang herarki. Diperlukan
analisis yang tepat agar tidak terjadi inefisiensi dalam merekrut pegawai dari
dalam maupun luar organisasi.
Program rekruitment
perlu memantapkkan tujuan-tujuannya,
yaitu :
a. Aktivitas rekrutmen dapat memikat calon
pelamar. Contohnya jika pelamar yang mempunyai kualifikasi yang dibutuhkan oleh
organisasi. Aktivitas rekrutmen dapat mempengaruhi
apakah pelamar menerima tawaran pekerjaan yang organisasi tawarkan atau tidak.
c. Aktifitas rekrutmen adalah aktifitas
pertukaran informasi, artinya pelamar secara tidak langsung mendapatkan
informasi akan seluk buluk perusahaan dan bagi organisasi/perusahaan dapat
mempergunakan informasi yang digunakan dalam proses penyeleksian pelamar dalam
proses rekrutmen untuk mengevaluasi dan merencanakan aktivitas sumber daya
manusia untuk meramal suplai tenaga kerja di masa yang akan datang.
Penarikan
karyawan-karyawan baru bagi sebuah organisasi akan terus merupakan tantangan
bagi semua departemen personalian/organisasi. Dan perekrutan yang menghasilkan
SDM yang berkualitas baik dari segi skill dan juga perilaku akan menumbuhkan
loyalitas sumberdaya manusia terhadap organisasi yang implikasinya pasti akan
memunculkan kepuasan pada organisasi itu sendiri.
Alasan-Alasan Dasar Rekruitment
Rekrutment
dilaksanakan dalam suatu organisasi karena kemungkinan adanya lowongan (vacancy
dengan beranekaragaman alasan antara lain (Siagian, SP: 1989) dalam Mnajemen
Sumber Daya Manusia. Faustino Cardoso Gomes.:
a.
Berdirinya organisasi baru, berdirinya
organisasi baru pasti membutuhkan pegawai sebagai penunjang dalam pelaksanaan
oprasional organisasi/perusahaan.
b.
Adanya perluasan kegiatan organisasi
c.
Terciptanya pekerjaan-pekerjaan dan
kegiatan yang baru
d.
Adanya pekerja yang pindah ke organisasi
lain
e.
Adanya pekerja yang berhenti karena
memasuki usia pensiun, pekerja yang meninggal dunia, dll.
Sumber-sumber
Penarikan Pegawai
Ada
dua sumber dalam penarikan pegawai, yaitu sumber dari dalam perusahaan yang
diupayakan melalui mutasi pegawai yang mencakup promosi jabatan, transfer, dan
demosi jabatan, keduan sumber dari luar perusahaan. Dalam pembahasan ini akan
membahas tentang penarikan pegawai dari luar perusahaan/organisasi melalui E-Recruitment.
E-Recruitment.
Definisi E-
Recruitment adalah penggunaan internet untuk menarik karyawan yang potensial ke
dalam suatu organisasi, termasuk di dalamnya adalah penggunaan dari situs
perusahaan itu sendiri, organisasi dan penggunaan papan pengumuman lowongan
pekerjaan komersial secara online (Parry, 2006).
Galanaki
(2002) mendefinisikan bahwa rekrutmen online mengacu pada posting lowongan di
situs web perusahaan atau website vendor
rekrutmen online, dan memungkinkan pelamar untuk mengirimkan resume mereka
secara elektronik melalui e-mail atau dalam beberapa format elektronik. Ruang
lingkup e-rekrutmen dapat juga melibatkan kemungkinan untuk melakukan wawancara
jarak jauh dan penilaian.
Bisa
disimpulkan bahwasanya rekrutmen adalah kegiatan yang menghubungkan pengusaha
dan pencari kerja dimana perekrutan akan menemukan dan menarik pelamar dengan
cakupan yang luas diharapkan dapat menemukan kriteria organisasi/perusahaan
dapat sesuai dengan keinginan organisasi. Untuk itu ditawarkan metode
perekrutmen online menawarkan perekrut salah satu cara yang paling kuat dan
hemat biaya untuk merekrut staf untuk sebuah organisasi. Online recruitment,
e-recruitment, atau web based recruitment adalah penggunaan teknologi online
untuk menarik calon pelamar dan membantu proses perekrutan.
Keunggulan
dalam Menggunakan E-Recruitmen :
Online
recruitment atau e-recruitment, atau web based
recruitment adalah penggunaan teknologi online untuk menarik calon pelamar
dan membantu proses perekrutan. Rekrutmen online menawarkan keunggulan dengan
pengeluaran biaya yang dapat diminimalisir dalam upaya merekrut pekerja untuk
menduduki sebuah perusahaan/organisasi.
Sharma
(2010) menyebutkan beberapa keuntungan dan kekurangan E-Recruitment berdasarkan
penelitian yang dilakukan di India, yaitu:
a. Perekrutan online dapat mendapatkan kandidat lebih
luas dari berbagai penyebaran geografis
b. Semakin besar kesempatan untuk menemukan
calon yang tepat lebih cepat dengan efektifitas yang lebih tinggi.
c. Lebih cepat dan menghemat waktu /
biaya.
e.
Relatif murah, dimana rekruiment hanya bermodalkan teknologi yang digunakan
sebagai tools dalam tahap awal proses perekrutan .
f.
Kecocokan yang lebih baik antara pekerja lowongan, karena pada website atau
media elektronik lainnya dipastikan terdapat bermacam kriteria yang diwajibkan
calon pelamar untuk memenuhinya. Sehingga mengurangi calon yang tidak punya
kualifikasi
g.
Efisiensi tercapai
h.
Akses pencari kerja pasif
Selain
itu beberapa alasan untuk menggunakan e-recruitment organisasi menggunakan e-recruitment (Chapman
& Webster, 2003) yaitu:
a.Penghematan biaya
b.Kemudahan dalam penggunaan bagi calon kandidat
c.Kemudahan penggunaan bagi organisasi
d.Meningkatkan kecepatan proses perekrutan
e.Keberhasilan dalam menemukan kandidat
Rekrutmen
melalui media online jika dilihat dari sisi kemanfaatannya sebagian sebagian
pencari pekerjaan dapat memanfaatkan e-rekuitment sebagai wadah mencari
pekerjaan yang sangat efisien tanpa terkendala oleh jarak, waktu, dan biaya.
Para pencari informasi tentang lowongan pekerjaan juga lebih bebas, nyaman, dan
lebih dimanjakan dengan informasi kesempatan yang tersedia dan dapat diakses
dengan mudah, dibandingkan kalau harus menelepon atau datang langsung ke
perusahaan hanya untuk menanyakan peluang yang tersedia.
Kekurangan
dalam Menggunakan E-Recruitmen:
I. Screening dan memeriksa pemetaan keterampilan
dan keaslian jutaan resume adalah masalah dan memakan waktu untuk organisasi
II. Adanya penetrasi internet yang
rendah dan tidak ada akses dan kurangnya kesadaran internet menggunakan
internet
III. Organisasi tidak dapat bergantung
semata-mata dan sepenuhnya pada metode rekrutmen online karena jika kita
menelaah lebih jauh pecari pegawai atau organisasi tidak
IV. Para pengusaha dan karyawan masih
lebih memilih interaksi face-to-face daripada mengirim email
Dampak dari
adanya rekruitmen online akan terjadi jika sebelum melakukan perekrutan
organisasi/perusahaan tidak melakukan perencanaan sumber daya manusia yang baik
karena dikhawatirkan ketika dalam perencanaan sumber daya manusia tidak
didasarkan pada kebutuhan dan kemampuan maka hanya terjadi proses rekruitment
yang gagal.
Perbedaan Sistem
Tradisional dan E-Recruitement
Kapse et al (2012)
menyebutkan bahwa sistem rekrutmen tradisional meliputi beberapa aktifitas
berikut :
1. Identifikasi lowongan dan
menyiapkan deskripsi pekerjaan dan spesifikasi orang
2. Mengiklankan lowongan dan
mengelola respon
3. Menyortir lamaran dan mengatur
wawancara
4. Melakukan wawancara dan
pengambilan keputusan
Proses rekrutmen dimulai dengan identifikasi
apakah pelamar berhak untuk mengisi kekosongan yang ada dalam suatu
perusahaan(Chapman & Webster, 2003). Menganalisis pekerjaan termasuk
menentukan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperlukan untuk
melakukan pekerjaan tersebut dengan tepat dan mendefinisikan spesifikasi yang
dibutuhkan. Hal-hal ini lah yang sampai sekarang masih diperhatikan.
Sedangkan
E-recruitment pelaksanaan seleksi menggunakan teknologi elektronik untuk membantu
melakukan aktifitas rekrutmen, dibawah ini akan menjelaskan perbedaan
rekrutment yang tradisional dengan e-recruitment.
Perbedaan
Rekrutmen secara tradisional dan
E-Rekrutmen
Proses rekrutmen
|
Rekrutmen secara tradisional
|
E-
Rekrutmen
|
Menarik
kandidat
|
Menggunakan
sumber
-sumber
yang tidak didukung teknologi, seperti
iklan, brosur, juru bicara, untuk menarik
sebanyak
mungkin pelamar untuk menghubungi perusahaan
|
Menggunakan
teknologi online dan metode elektronik
lain untuk menarik pelamar potensial sebanyak mungkin ke situs web
organisasi.
|
Melakukan
seleksi
terhadap
kandidat
|
Menggunakan
tes seleksi yang bisa melalui tes TPA yang diharuskan oleh
perusahaan/organisasi untuk bertatap muka
|
Menggunakan
teknologi atau tes online untuk menyeleksi kandidat calon pekerja.
Contoh
dengan menggunakan app skype yang tidak diharuskan untuk bertatap muka dengan
perusahaan/organisasi.
|
Melakukan
kontak
|
Menghubungi
pelamar melalui
telepon
atau surat
|
Menggunakan sistem manajemen
otomatis dengan Menggunakan
automated hiring management
system
untuk menghubungi calon yang diinginkan agar
tercipta keefisienan waktu. Contoh: menggunakan email
|
Membuat kesepakatan
|
Melakukan
kontak dengan calon pegawai guna untuk menyiapkan pertemuan
|
Melakukan
kontak dengan calon pegawai guna untuk menyiapkan pertemuan
|
Sumber: Rifiana Arief, Ihsan Jatnika, Hustinawat dalam jurnal analisis dan desain model sistem
e-recruitment pada lembaga pengembangan komputerisasi
Keberhasilan
Implementasi Penggunaan E-Recruitment
Dalam
penelitian yang sudah dilakukan oleh Galanaki (2002) menyimpulkan dalam
penelitiannya bahwa efektivitas sistem sebagian besar tergantung pada
implementasi sistem, bukan pada sumber rekrutmen itu sendiri. Semua penerapan
sisitem rekruitmen baik itu secara tradisional maupun modern dapat menjadi alat
yang baik dalam proses rekruitment jika sistim yang diterapkan dapat dilakukan
dengan benar. Dengan pernyataan ini, kesuksesan implementasi tergantung pada
perencanaan yang menyeluruh dan penggunaan praktik pengelolaan sumber daya manusiayang
dibuat. Parry dan Tyson (2008) menyatakan dalam penelitian mereka bahwa
organisasi mungkin menemukan keberhasilan dengan rekrutmen secara online jika
mereka mengadopsi strategi yang tepat untuk digunakan dan dilaksanakan.
Bank Of Ireland dengan Menerapkan E-Recruitment
Bank
of Ireland, dengan program pengembangan lulusan pascasarjanya yang sangat
dihormati dan dikenal dengan baik, menerima lebih dari 3000 aplikasi pascasarjana
setiap tahun untuk kira-kira 50-60 posisi. Sebelumnya semua aplikasi itu harus
disaring secara manual yang ditempatkan ke setiap depatermen yang tepat, itu
sangat menguras waktu tim rekrutmen. Sejak mengadopsi pendekatan e-recruitment,
aplikasi secara otomatis disaring berdasarkan tanggapan pelamar untuk berbagai
pertanyaan yang berkaitan dengan prestasi pendidikan dan kompetensi yang
dibutuhkan untuk peran yang diinginkan. Calon karyawan menerima respon otomatis
dengan email yang memberitahu mereka jika mereka telah dipilih untuk maju ke
tahap berikutnya, yang terdiri dari pengujian bakat dan wawancara. E-recruitment
ini mengurangi beban administrasi dan seluruh program rekrutmen. (www.centralbank.ie/careers/Pages/home1.aspx)
Dasar-dasar
program rekrutmen yang baik mencakup faktor-faktor sebagai berikut:
Penerapan
rekruitmen online (e-recruitment) atau penerapan proses rekruitmen yang lain
dapat dilaksanakan dengan tepat dan harus disesuaikan dengan tujuan dan nilai
kemanfaatan dari organisasi/perusahaan yang membutuhkan sumber daya manusia
yang diharapkan. Untuk itu diperlukan dasar-dasar sebagai standart dalam
pelaksanaan rekrutmen yang baik yaitu:
a.
Program rekrutmen memikat banyak pelamar
yang memenuhi syarat, hal ini menandakan bahwa exsistensi organisasi/perusahaan
mempunyai reputasi yang tinggi dimata masyarakat.
b. Program rekrutmen tidak pernah
mengkrompromikan standar seleksi, berlangsung atas dasar yang berkesinambungan
c. Program rekrutmen kreatif, imajinatif,
dan inovatif. Ketika organisasi/perusahaan mengedepankan aspek tersebut maka
pelaksanaan rekrutmen akan membantu meningkatkan kesempatan organisasi
mendapatkan pegawai yang memang sesuai dengan kualifikasi yang sudah
ditetatkan.
Kendala-Kendala
dalam Proses Rekrutmen
Kendala
yang dihadapi setiap organisasi/perusahaan tidaklah sama, tetapi sering
dijumpai permaslahan yang terjadi seperti:
1.
Kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi; Kebijaksanaan organisasi yang
mempengaruhi perekrutan itu adalah:
a. Kebijaksanaan Kompensasi dan Kesejahteraan. Jika perusahaan dapat memberikan kompensasi dan kesejahteraan yang cukup besar serta adil maka pelamar yang serius akan semakin banyak, tetapi sebaliknya jika gaji dan kesejahteraan rendah maka pelamar menjadi sedikit.
b. Kebijaksanaan Promosi; Apabila kesempatan untuk promosi diberikan cukup luas maka pelamar yang serius semakin banyak, sebaliknya jika kesempatan untuk promosi sangat terbatas maka pelamar akan menjadi sedikit. Promosi merupakan idaman setiap karyawan, karena dengan promosi berarti status dan pendapatan akan bertambah besar.
c. Kebijaksanaan Status Karyawan; Jika status
karyawan menjadi karyawan tetap/full-time maka pelamar semakin banyak, tetapi
jika status karyawannya honorer/harian/part-time maka pelamar akan semakin sedikit.
d. Kebijaksanaan Sumber Tenaga Kerja; ika tenaga kerja yang akan diterima hanya bersumber dari tenaga kerja local maka pelamar yang serius akan sedikit, tetapi sebaliknya bila tenaga kerja yang akan diterima bersumber dari seluruh Nusantara, maka pelamar akan semakin banyak.
a. Kebijaksanaan Kompensasi dan Kesejahteraan. Jika perusahaan dapat memberikan kompensasi dan kesejahteraan yang cukup besar serta adil maka pelamar yang serius akan semakin banyak, tetapi sebaliknya jika gaji dan kesejahteraan rendah maka pelamar menjadi sedikit.
b. Kebijaksanaan Promosi; Apabila kesempatan untuk promosi diberikan cukup luas maka pelamar yang serius semakin banyak, sebaliknya jika kesempatan untuk promosi sangat terbatas maka pelamar akan menjadi sedikit. Promosi merupakan idaman setiap karyawan, karena dengan promosi berarti status dan pendapatan akan bertambah besar.
d. Kebijaksanaan Sumber Tenaga Kerja; ika tenaga kerja yang akan diterima hanya bersumber dari tenaga kerja local maka pelamar yang serius akan sedikit, tetapi sebaliknya bila tenaga kerja yang akan diterima bersumber dari seluruh Nusantara, maka pelamar akan semakin banyak.
2.
Persyaratan-persyaratan jabatan; Semakin banyak persyaratan yang harus dimiliki
pelamar maka pelamar akan menjadi sedikit, sebaliknya jika jumlah
persyaratannya sedikit maka pelamarnya akan semakin banyak.
3. Metode pelaksanaan
perekrutan; Semakin terbuka perekrutan maka pelamarnya akan semakin banyak,
sebaliknya apabila perekrutannya semakin tertutup maka pelamarnya semakin
sedikit.
4. Kondisi pasar tenaga kerja; Semakin besar
penawaran tenaga kerja maka akan semakin banyak pula pelamar yang serius.
Tetapi sebaliknya jika penawaran tenaga kerja sedikit maka pelamarnya juga
menjadi sedikit.
5. Soliditas
perusahaan; Soliditas perusahaan dapat diartikan sebagai besarnya kepercayaan
masyarakat terhadap perusahaan, misal; besarnya perusahaan tersebut. Jika
soliditas perusahaan besar maka pelamar akan semakin banyak. Sebaliknya jika
soliditas perusahaan rendah maka pelamarnya akan semakin sedikit.
6. Kondisi-kondisi lingkungan eksternal; Jika
kondisi perekonomian tumbuh dengan cepat dan saingannya juga banyak maka
pelamar akan sedikit, tetapi jika tingkat pertumbuhan perekonomian
kecil/depresi, maka pelamarnya akan semakin banyak.
Kesimpulan
E-recruitment merupakan suatu terobosan metode yang
dapat digunakan untuk mencari calon-calon tenaga yang independent dan
diharapkan dapat memberikan nilai plus pada organisasi/perusahaan. Tidak bisa
dipungkiri bahwasanya keberadaan media elektronik sebagai jawaban akan
perkembangan masyarakat yang semakin maju. Penerapan penggunaan elektronik
sebagai sarana perekrutan calon pegawai dengan harapan ketercapaian efisiensi,
kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik bagi organisasi/perusahaan.
E-recruitmen ini dapat menciptakan efisiensi biaya dan
jangkauan yang lebih luas hingga ke mancanegara, selain itu calon pelamar juga
dapat dengan leluasa menemukan pekerjaan yang cocok buat mereka dan mencoba
sebanyak-banyaknya kesempatan di berbagai perusahaan dengan biaya yang minim.
Tidak bisa dipungkiri bahwasanya dengan kecanggihan
teknologi yang diimbang dengan banyaknya orang yang melek teknologi terobosan
ini yang merupakan suatu proses rekruitment yang memberikan kemudahan bagi
pelamar dan bagi organisasi/perusahaan dapat memperoleh calon SDM yang
diinginkan dengan meminimalkan pengeluaran rekruitmen.
Metode perekrutan baik itu cara tradisional maupun
e-rekruitment dapat dilakukan untuk mendapatkan kandidat yang diinginkan
apabila disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan karena satu
metode tidak dapat diterapkan untuk semua lowongan pekerjaan.
Daftar
Isi
Chapman, D. S. & Webster J. 2003. The Use of
Technologies in the Recruiting, Screening, and Selection Processes for Job
Candidates, International Journal of
Selecti on and Assessment. 11, 2/3, 113 -120
Galanaki, E.
2002. The Decision to Recruit Online: A
Descriptive Study,Career Development International. 7, 4, 243 –251
Gomes,
Faustino Cardoso. 1995. Manajemen Sumber
Daya Manasuia. Yogyakarta: Andi Offset
Hariandja,
Marihot Tua. E dan Hardiwati, Yovita. 2002. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta: Grasindo.
Handoko,
T Hani. 1991. Manajemen Personalia dan
Sumberdaya Manusia.Yogyakarta: BPFE
Ivancevich,
John M. 2001. Human Resource Management.
New York: Mc. Grow – Hill Companies
Kuncoro,
Mudrajad. 2009. Transformasi Pertamina:
dilema antara orientasi bisnis & pelayanan publik. Galangpress Group
Mathis.
Robert I dan Jackson John H. 2001. Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Salemba Empat.
Parry, E.
& Tyson, S. 2008. Human Resource Management Journa: Analysis of the Use and Success of Online Recruitment Methods in the UK,
l,18, 3, 257 -174
Purnomo,
Tommy Septian. 2013. Rekrutment Online (E-Recruitment) Sebagai Suatu Inovasi
Dalam Perekrutan Perusahaan: Jurnal
JIBEKA. 7, 3 : 54-59
Setiani,
Baiq. 2013. Kajian Sumber Daya Manusia dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja di Perusahaan.
Volume 1 Nomor 1 Mei-Juni
Samsudin, S. 2006. Manajemen
Sumber Daya manusia, Bandung; CV.
Pustaka Setia.
Sharma, Vinky,
2010, Impact Of e-Recruitment On Human Resource SupplyChain Management: An
EmpiricalInvestigation Of Service Industry In IndianContext, India, Jaypee
Institute of Information Technology.
SP Hasibuan,
Malayu. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: SP.Bumi Aksara.
Sinurat
Sahala, P. 2008. Langkah Tepat Melakukan Rekruitmen &
Seleksi. Jakarta: Esensi
Sulistiyani,
Ambar Teguh dan Rosidah. Manajemen Sumber
Daya Manusia: Konsep, Teori dan Pengembangan dalam Konteks Organisasi Publik.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Umar,
Husein. 2001. Strategic Management in
Action. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama
Yullyanti,
Elly. 2009. Bisnis & Birokrasi, Jurnal
Ilmu Administrasi dan Organisasi, hlm.131-139
www.centralbank.ie/careers/Pages/home1.aspx